Halaman

Kamis, 14 Juni 2012

Praktik Penganggaran Modal

Untuk memudahkan memahami teknik berpikir dan praktik penganggaran modal di bawah ini disajikan contoh praktis. Misalnya PT ABC merencanakan investasi dengan nilai investasi Rp 1.000, umur proyek 5 tahun. Proyek dibiayai oleh modal sendiri Rp 200 dan sisanya dibiayai oleh utang, dengan pembayaran kembali cicilan dan bunga secara anuitas. Biaya modal sendiri 24% dan biaya utang 20%, pajak perseroan 50%.

Investasi tersebut dialokasikan ke modal kerja Rp 300 dan sisanya dialokasikan ke harta tetap dengan penyusutan angka tahun yang makin menurun (sum of year digit methode), dengan nilai sisa harta tetap Rp 150 dan modal kerja ditemukan kembali pada akhir umur proyek. Estimasi pendapatan dan biaya operasi tunai per kas adalah sebagai berikut :

Tahun
Pendapatan
Biaya Operasi
1
Rp
1.200
Rp
800
2
Rp
1.400
Rp
950
3
Rp
1.250
Rp
1.100
4
Rp
1.400
Rp
1.100
5
Rp
1.200
Rp
900


Berdasarkan data di atas, dapat dihitung : Net Present Value, Internal Rate of Return, Accounting Rate of Return, Profitability Index, Payback Period .





1.      Langkah Pertama : Menghitung Beban Penyusutan
Menghitung beban penyusutan harta tetap, nilai Rp 700, sisa Rp 150, harta tetap yang disusut Rp 550, selama lima tahun dengan model sum of year digit method. Jumlah angkat ahun = 1 + 2 + 3 + 4 + 5 = 15.
Tahun 1     =                          5/15 x 550     =              183
Tahun 2     =                          4/15 x 550     =              147
Tahun 3     =                          3/15 x 550     =              110
Tahun 4     =                          2/15 x 550     =              73
Tahun 5     =                          1/15 x 550     =              37

2.       Langkah Kedua : Menghitung Beban Bunga
Skedul Pembayaran Bunga dan Angsuran
Besarnya anuitas, bunga 20% per tahun, pinjaman Rp 800.
(Rp 800 / (PVIFA, 20%, 5 tahun) = (Rp 200 / 2,990) = Rp 267,56 dibulatkan Rp 268.

Tahun
Pinjaman
Annuitas
Bunga 20%
Angsuran
1
800
268
160
108
2
692
568
138
130
3
562
268
112
456
4
406
268
81
187
5
219
268
*49
219
Jumlah
1.340
540
800

* Pembulatan pembayaran bunga.


3.      Langkah Ketiga : Menghitung Arus Kas Masuk Bersih

Proyeksi Arus Kas Masuk Bersih (Net Cash Inflow)
Keterangan (tahun)
Tahun 1
Tahun 2
Tahun 3
Tahun 4
Tahun 5
Pendapatan
1.200
1.400
1.250
1.400
1.200
Biaya operasi per kas
800
950
1.100
1.100
900
EBDIT
400
450
150
300
300
Depresiasi (SOYDM)
183
147
110
73
37
EBIT
217
303
40
227
263
Bunga
160
138
112
81
49
EBT
57
165
-72
146
214
Tax 40%
-23
-66
*+29
-58
-86
Earning After Tax (EAT)
34
99
-43
88
128






Net Cash Inflow
313
329
134
209
195
-  EBDIT (1 – T) + Tdep





-  EBIT (1 – T) + Dep





-  EAT + Dep + Interest(1 – T)





Nilai sisa harta tetap




150
Modal kerja akhir proyek




300
Total Net Cash Inflow (NCI)
313
329
134
209
645

* Catatan :     Pada tahun ke 3, perusahaan rugi, maka pajaknya dihitung positif (+), artinya jumlah tersebut dapat dikurangkan pembayaran pajak tahun-tahun yang memperoleh laba.


4.      Langkah Keempat : Menghitung Biaya Modal
Biaya modal : 0,20 (1-0,4) (0,8) + 0,24 (0,2) = 0,1440 (14,40%), sebagai tingkat diskon atau discount rate (DR) untuk menghitung nilai sekarang dari hasil investasi (arus kas masuk bersih).

1 komentar:

  1. hallo kaa... aku mau tanyaa dong untuk langkah ke 4 angkanyaa darimana aja yaa?

    BalasHapus