Halaman

Kamis, 14 Juni 2012

MANAJEMEN KAS

Kas merupakan awal dari investasi dan operasi dari suatu perusahaan. Kas terdiri dari mata uang (currency), giro, dan rekening koran di bank (bank deposits). Perusahaan atau perseorangan menyimpan uang tunai (kas) untuk motif transaksi, motif pencegahan, dan motif spekulatif. Suatu perusahaan harus memiliki uang kas yang cukup dengan alasan untuk : (1) memperoleh potongan harga pada saat membeli bahan baku atau peralatan, (2) menjaga rasio cair (acid test ratio) agar tetap memperoleh kepercayaan dari kreditur (3) menangkap peluang bisnis sewaktu-waktu (4) mengantisipasi keadaan darurat seperti pemogokan, persaingan, dan sebagainya.

Suatu perusahaan harus memiliki anggaran kas untuk menjaga posisi likuiditas dan untuk mengetahui defisit atau surplus kas. Anggaran kas ialah estimasi posisi kas periode tertentu dimasa mendatang tentang penerimaan kas dan tentang pengeluaran kas. Penerimaan kas itu pada umumnya dari modal pemilik, utang, penjualan tunai, penerimaan piutang, penjualan aktiva tetap, dan lain-lain. Sedangkan pengeluaran kas itu pada umumnya untuk pembelian aktiva tetap, pembelian bahan baku, pembayaran upah tenaga kerja langsung, pembayaran biaya tidak langsung pabrik, pembayaran biaya pemasaran, pembayaran biaya umum, dan administrasi, pembayaran bunga, pembayaran deviden, pembayaran jasa produksi, pembayaran premi asuransi, pembayaran pajak, dan pengeluaran lain-lain.

Perusahaan yang memiliki kelebihan kas dapat dibelikan surat-surat berharga(efek atau marketable securities atau temporary investment) yaitu obligasi, saham biasa,dan saham preferen. Pemberian efek dilakukan untuk tujuan menjaga likuiditas (karena hakikatnya efek tersebut adalah uang tunai, artinya mudah dijual di pasar bursa) dan untuk tujuan investasi sementara untuk memperoleh keuntungan atas dasar pembedaan harga jual dan harga beli. Investasi pada efek yang jangka panjang yang semata-mata bertujuan untuk memperoleh keuntungan disebut “permanent investment” atau “investment” yang dikelompokkan dalam harga tetap.


Dalam usaha meluaskan pasar, pada umumnya perusahaan menjual hasil produksinya secara kredit yang melahirkan piutang. Kemudian diadakan penagihan untuk kembali menjadi uang tunai. Siklus kas perusahaan adalah :

Kas                        persediaan                          piutang                    kas

Pengeluaran kas untuk persediaan itu meliputi persediaan bahan baku, persediaan barang dalam proses, dan persediaan barang jadi. Makin tinggi ketiga nilai persediaan berarti makin besar kas tertanam kepadanya. Besarnya investasi dalam piutang ditentukan oleh : (1) voleme penjualan kredit, (2) syarat pembayaran kredit, (3) ketentuaan tentang pembatasan kredit, (4) kebijakan pengumpulan piutang, (5) kebiasaan dan karakter pelanggan. Pertimbangan pemberian kredit didasarkan pada : (1) character, yaitu karakter para manajemen, (2) cavacity yitu kemampuan atau kesanggupan membayar, (3) capital, yaitu kondisi posisi keuangan, (4) collateral yaitu besarnya harta pelanggan, dan (5) condition, yaitu kondisi ekonomi, sosial, politik, dan bisnis.
Pemberian kredit kepada pelanggan ditentukan oleh hasil penelitian dan analisis kondisi likuiditas, rentabilitas, dan soliditas pelanggan (soliditas moral, komersial, finansial). Ketiga unsur tersebut yang terpenting adalah unsur soliditas atau kepercayaan. Untuk menjaga kepercayaan dari luar dan dari dalam perusahaan, manajer keuangan harus membuat anggaran kas.


A. ALIRAN KAS

Kas suatu perusahaan harus dikelola dengan baik. Sebab, ia merupakan jantung yang menggerakkan semua kegiatan, khususnya kegiatan operasi rutin. Suatu perusahaan yang kekurangan kas akan kehilangan kepercayaan dari luar dan dari dalam perusahaan. Pihak luar akan tidak percaya bila tagihannya tidak dibayar tepat waktu, dan pihak dalam terutama buruh akan tidak percaya bila upahnya tidak dibayar tepat waktu.

Jika perusahaan kehilangan kepercayaan dari buruhnya dan pemasoknya (krediturnya) perusahaan tersebut lambat laun akan bangkrut. Buruh mulai tidak loyal dan tidak produktif; pemasok dan kreditur mulai tidak mengadakan transaksi bisnis dengan baik. Akibatnya, produk berkualitas renadh dan sulit masuk pasar. Kebangkrutan menunggunya. Oleh sebab itu, kas harus dikelola dengan baik, jujur, hati-hati, dan profesional.



B. KEUNTUNGAN MEMILIKI KAS YANG CUKUP

Perusahaan yang memilki kas yang cukup adalah perusahaan yang memilki reputasi bisnis yang baik, karena semua transaksi dan utang-utangnya dapat dibayar tepat pada waktunya. Disamping itu, perusahaantersebut dapat memperoleh keuntungan dari pembelian bahan baku atau barang dagangannya karena dapat melakukan pembelian tunai dengan memperoleh diskon. Misal, term of trade 2/10, net 30, jika debitur membayar dalam waktu 30 hari, maka ia tidak memperoleh diskon, dan jika debitur membayar 10 hari dari tanggal pembelian, maka ia akan memperoleh diskon 2%. Berdasar data itu dapat dihitung besarnya biaya modal jika perusahaan tidak mengambil diskon adalah sebagai berikut :

Biaya = Persen diskon x 365
100 dikurangi persen diskon perluasan terakhir dikurangi persen diskon
Biaya = 2 x 365
100 dikurangi 2 30 dikurangi 10
= 0,0204 x 18,25
= 0,3723
= 37,23%

Itu menunjukkan bahwa sesungguhnya besarnya bunga tahunan sebesar 37%. Jika perusahaan tidak mengambil potongan tunai atau cash discount, ia ia kehilangan ia menanggung bunga 37,23% per tahun. Manajemen keuangan yang profesional dapat dipastikan ia akan mengambil potongan tunai. Jika kasnya tidak cukup, ia dapat mengambil kredit dari bank untuk membeli tunai. Jika besarnya bunga kredit dibawah 37,23%, ia akan mengambil kredit, dan jika besarnya bunga kredit diatas 37,23%, ia bersedia kehilangan potongan tunai, artinya ia akan membayar utang dagangnya dalam waktu 30 hari dari tanggal pembelian.

Misalnya dalam satu tahun jumlah pembelian Rp 1.000 bunga kredit bank 20% per tahun. Perusahaan akan mengambil potongan tunai atas pembeliannya, dan ia akan memperoleh keuntungan walaupun pembeliannya itu dibayar dengan kredit dari bank. Teknik perhitungannya :

Potongan pembelian 37,23% x Rp 1.000                              = Rp 373,20
Pembayaran bunga bank 20% x Rp 1.000                            = Rp 200,00
Keuntungan atas pembelian tunai                                           = Rp 173,20

Perusahaan yang memilki posisi kas kuat, ia memiliki kekuatan tawar tinggi kepada pemasok; ia dapat tawar menawar besarnya potongan tunai; ia dapat memilih pemasok yang baik. Disamping itu, ia memiliki reputasi terhormat karena dapat memenuhi semua kewajibannya tepat waktunya.





C. ANGGARAN KAS


Anggaran kas adalah perhitungan arus kas masuk dan arus kas keluar dalam periode yang ditentukan oleh penjualan tunai, piutang, pinjaman, pembelian bahan, upah buruh, baiaya overhead pabrik, biaya pemasaran, biaya umum dan adminitrasi, beban bunga dan anggsuran pinjaman, pajak perseroan, dan pembayaran dividen.

Arus kas mulai dari sumbernya sampai dengan penggunaannya dapat disajikan sebagai berikut ini.  Transaksi bisnis PT Bandung Indah periode tahun pertama : modal disetor oleh pemilik  (terdiri dari 100 saham) Rp. 5.000, dibayar biaya pendirian perusahaan (diamortisasi lima tahun beban biaya administrasi) Rp. 2.000, dibeli gedung pabrik dan peralatan Rp. 2.000, dibeli gedung pabrik dan peralatan Rp. 1.650, dibayar tunai Rp. 650, sisanya dibayar oleh BBD sebagai utang, disamping itu dipinjam dari BBD tunai Rp. 2.000, untuk modal kerja, bunga 20% pertahun, penyusutan harta tetap itu dengan model sum of year digidt method, umur 10 tahun, beban penyusutan pada biaya overhead pabrik tanpa nilai sisa ; dibeli gudang dan peralatan divisi pemasaran Rp. 1.000, penyusutan method straight line method, umur 10 tahun, beban penyusutan pada marketing expenses); tanpa nilai sisa ; dibeli gedung dan peralatan divisi umum dan administrasi Rp. 1.200, penyusutan model straight line method, umur 10 tahun, beban penyusutan pada administrative expenses, tanpa nilai sisa; dibeli material Rp. 1.400, (dibayar tunai Rp. 400, sisanya utang dagang), material dipakai dalam proses produksi Rp. 1.300; dibayar tunai upah buruh (beban proses produksi) Rp. 900; diperhitungkan harga pokok barang jadi 1.000 unit, nilainya Rp. 3.000; dijual produk jadi 900 unit @ Rp. 8 (diterima tunai Rp. 2.400, sisanya piutang dagang); dibayar baiaya pemasaran, tunai Rp. 800; dibayar biaya umum dan administrasi, tunai Rp. 1.000; pada akhir periode dibayar bunga BBD dan pajak perseroan 30%.rapat umum pemengang saham memutuskan devidennd payout atio 50%, dan dibayar tunai. Di maan ditemukan bahwa saldo kas minimum  sebesar Rp. 1.000. apabila terjadi kekurangan kas,perusahaan akan meminjamkan kepda bank BBD. Karena bunga, pajak dan dividen dibayar  tunai,maka terlebih dahulu harus disusun  perhitungan laba rugi seperti disajikan berikut ini.

Pendapatan penjualan 7.200
Harga pokok penjualan 2.700
Laba kotor atas penjualan 4.500
Beban pemasaran 900
Beban umum dan adminitrasi 1.520
Laba operasi ( earning before interest & tax=EBIT) 2.080
Beban bunga ,20% X Rp. Rp.3.000 600
Laba sebelum pakjak (earning before interest & tax=EBIT) 1.480
Beban pajak 30% 444
Laba bersih (earning before interest & tax=EAT) 1.036
Dividend payout ration% (1.036) 518
Laba ditahan ( retained aarning = RE) 518


Tabel Anggaran kas PT. Bandung indah
No
Keterangan
Penerimaan
pengeluaran
1
Setoran moral pemilik
5.000

2
Biaya pendirian perusahaan

2000
3
Harta tetap divisi pabrik

650
3
Pinjaman dari BBD
2.000

4
Harta tetap divisi marketing

1.000
5
Harta tetap divisi administrasi

1.200
6
Pembelian bahan baku ( material )

400




7
Dibayar upah tenaga kerja langsung (buruh)

1.000
8
Dibayar biaya oveehead pabrik

900
10
Penjualan tunai
2400

12
Dibayar biaya pemasaran

800
13
Dibayar biaya administrasi

1.000
14
Dibayar bunga pinjaman 20% XRp.3.000

600
15
Dibayar pajak perseroan

444
16
Dibayar dividen 50% X Rp.1

518
17
Pinjam ke BBD untuk menutup kekurangan kas
2.112

18     Saldo kas minuman

1.000
Jumlah
11.512
11.512



D. Anggaran Kas Bulanan

Perusahaan merencanakan  membuat anggaran kas selama empat bulan yaitu januari,februari,maret dan april.saldo kas minimum ditentukan besarnya Rp.1000. jika terjadi kekurangan kas harus segera meminjam bank untuk mencukupinya; bungan bank perbulan 1.5 % saldo kas awal januari Rp.1.100. data yang tersedia pada tabel 10.2.

Keterangan
Jan
Feb
Maret
April
Penerimaan :




Penjualan tunai
2.000
2.500
3.000
4.000
Penerimaan piutang
2.000
35.00
3.500
1.000
Lain-lain
600
800
300
400


Pengeluaran :
Pembelian tunai bahan baku
2.000
2.200
1.800
1.000
Upah buruh
1.000
1.800
1.200
1.000
Biaya overhead pabrik
600
700
800
800
Biaya pemasaran
1.400
1.300
1.000
1.000
Biaya umum dan administrasi
700
725
750
725
Bunga hutang jangka panjang
300
275
250
275
Pajak perseroan
160
18
46
74





Barang dagangan
4.270
4.830
4.060
3.290
Biaya operasional
1.450
2.050
1.650
1.450
Pembelian gedung kantor
300
0
0
0
Angsuran hutang jangka panjang
100
100
100
100
Bunga hutang jangka panjang
40
38
36
34


Berdasarkan data di atas dapat disusun anggaran kas mulai bulan januari sampai dengan april sebagai berikut :

Tabel Anggaran Kas ( Januari s/d April)

Keterangan
Jan
Feb
Maret
April
Saldo awal
1.100
1.017
1.072
1.099
penerimaan
4.600
6.800
6.800
5.400
Total kas tersedia
5.700
7.817
7.872
6.499





Total pengeluaran
6.160
7.018
5.846
4.874
Saldo kas minimum
1.000
1.000
1.000
1.000
Kebutuhan kas
7.160
8.018
6.846
5.874
Lebih ( kurang )
(1.460)
(201)
1.026
625





Utang
1.500
300


Pembayaran utang jk.pdk
0
0
900
600
Bungan 18% tahun
23
27
27
14
Saaldo akhir kas
1.017
1.072
1.099
1.011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar