Halaman

Jumat, 01 Juni 2012

Prosedur Penelitian


Prosedur penelitian adalah serangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh seorang peneliti secara teratur dan sistematis untuk mencapai tujuan-tujuan penelitian.

A. Dua puluh langkah dalam prosedur penelitian
     Prosedur penelitian mengandung 20 lagkah praktis, yang dijabarkan/operasional
     menjadi 5 rantai, yang dapat dilihat pembagiannya sebagai berikut :
  
     Pertama Logika Penelitian : Perumusan Permasalahan Penelitian
     1. menjelaskan latar belakang permasalahan penelitian
     2. merumuskan pokok permasalahan
     3. memformulasi permasalahan
     4. menjelaskan tujuan penelitian
     5. mengutaikan manfaat penelitian
 
      Kedua Logika Penelitian : Perumusan Kerangka Teoritik
      6. mengkaji kepustakaan
      7. mendefinisikan variabel dan indikator
      8. menjelaskan kerangka teoritik

      Ketiga Logika Penelitian : Penentuan Metodologi
      9. menentukan metodologi penelitian
     10.menentukan populasi dan sampel
     11.membuat matriks pengembangan instrumen
     12.membuat rancangan pengembangan instrumen
     13.membuat instrumen

     Keempat Logika Penelitian : Penganalisisan Data
     14.mengumpulkan data
     15.mengolah data
     16.membuat rencana analisis data
     17.menganalisis data
     18.menafsirkan data

     Kelima Logika Penelitian : Penarikan Kesimpulan
     19.menarik kesimpulan
     20.menyusun laporan

B.Fleksibilitas Prosedur Penelitian

    Logika penelitian selalu bersifat baku dan selalu terdiri dari lima aspek
    dan terurut secara logis. sebab jika tidak berurut dibolak-balik akan
    merusak proses dan hasil penelitian.
    Prosedur penelitian sangat bersifat fleksibel, sebab urutan langkah-
    langkahnya bisa berubah-ubah, sejauh masuk akal dan tidak
    bertentangan dengan logika penelitian.

C.Perbedaan prosedur penelitian kuantitatif dg kualitatif

  
Penelitian Kuantitatif
Penelitian Kualitatif
1.       Permasalahan bersifat sempit, spesifik
2.       Variabel/indicator bersifat spesifik&operasional (terukur)
3.       Kerangka teori dibuat untuk membatasi ruang lingkup penelitian
4.       Kesimpulan merupakan inferensi dari sampel ke populasi
5.       Prosedur penelitian baku dan terstandar
6.       Metode pengumpulan data bersifat objektif dan non-personal
7.       Laporan tentang fakta dan tanpa bias                
1.       Permasalahan bersifat umum, terbuka
2.       Variabel/indicator operasional bukan hal penting, melainkan isu atau konsep-konsepnya
3.       Kerangka teori digunakan hanya sebagai pijakan utk membuat abstraksi dan konseptualisasi data-data individual
4.       Kesimpulan merupakan “consensus” temuaan dari kasus-kasus individual
5.       Prosedur fleksibel dan bervariasi
6.       Pengumpulan data bervariasi dan sering kali penelitian menjadi instrument utama
7.       Laporan terseleksi dan terfokus pada hal-hal khusus.

7 komentar: